Mission Trip 28 Juni – 7 Juli 2011 – Day Eight

BALE ENDAH, Selasa 5 Juli 2011

Empat hari di Bale Endah diisi dengan kunjungan ke rumah-rumah jemaat, untuk mengetahui keadaan anak-anak di peyalanan Bale Endah. Program pelayanan di Bale Endah ditutup dengan seminar motivasi. Seminar ini ditujukan untuk memberkati secara nyata remaja-remaja pelajar di Bale Endah. Seminar ini dibuka untuk kalangan umum, tidak hanya ditujukan untuk pelajar yang beragama Kristen.

suasana seminar peserta kelas 5 SD sampai SMA

Selama empat hari sebelumnya, kami melakukan survey kepada anak-anak yang dikunjungi mengenai kebutuhan mereka terutama secara akademik, dan motivasi intrapersonal. Kami melakukan evaluasi dan menyimpulkan bahwa anak-anak pelajar sangat membutuhkan sosok seorang bapak yang ideal, dan kebanyakan mereka memiliki gambar diri yang rusak. Banyak diantara mereka yang tidak diperhatikan oleh ayahnya karena terlalu sibuk bekerja menghidupi keluarga.

Peserta kelas TK sampai 4 SD

Beberapa juga memiliki ayah yang suka memukul, dan kebanyakan tidak dekat kepada anak-anaknya. Hal tersebut juga mempengaruhi gambar diri pelajar. Mereka menjadi minder dan tertekan di rumah karena ayah mereka yang suka menuntut. Mereka sangat malas belajar sehingga sedikit dijumpai yang prestasinya akademiknya bagus. Hal ini dikarenakan memang orang tua, terutama ayah mereka tidak memedulikannya.

Akhirnya dua sesi seminar, kami gunakan topik yang mirip dengan Hati Bapa dan Gambar Diri. Kedua topik tersebut kami bungkus secara sekuler dan dinikmati oleh semua kalangan. Ada 49 pelajar yang datang dari SD, SMP, hingga SMA. Seminar ini sebenarnya ditujukan untuk anak-anak kelas 4 SD ke atas. Namun banyak sekali orang tua yang ingin juga dibuatkan acara untuk anak-anak kecil karena memang sedang liburan semesteran. Untuk anak-anak kecil yang masih berusia kelas 3 SD ke bawah dikumpulkan sendiri.

Pemberian materi motivasi oleh Arnold, salah seorang anggota tim

Acara seminar dimulai dengan menonton film ‘I am not stupid’. Film ini berkisah mengenai kehidupan tiga orang anak yang hancur karena kurangnya perhatian orang tuanya. Setelah itu, Alit yang membawakan sesi pertama mengenai pemulihan hati bapa. Ada banyak pelajar yang sangat tersentuh dan ingin mewujudkan impian mereka agar bisa menyayangi ayah-ayah mereka, sekaligus juga untuk memaafkan segala apa yang telah ayah-ayah lakukan. Kemudian dilanjutkan dengan gambar diri oleh Arnold. Untuk lebih memaksimalkan seminar, para pelajar dibagi menjadi beberapa kelompok mentor. Team juga berbagi mengenai tips dan trik agar bisa berprestasi, agar bisa menerima diri mereka apa adanya, dan bisa memaksimalkan segaal potensi yang mereka miliki.

Share materi di kelompok-kelompok.

Di akhir seminar, para pelajar diarahkan untuk memebuat Love Letter kepada ayah mereka masing-masing. Love letter tersebut berisikan keinginan dan harapan para pelajar terhadap ayah mereka. Ada juga sebuah surat yang berisikan lukisan/ gambar ayah yang dibuat oleh anak amsing-masing. Para pelajar juga ditantang untuk mengucapkan ‘Aku Sayang Ayah’ dengan penuh inisiatif.

Malam itu juga, tim kemudian bergegas untuk meninggalkan Bale Endah dan berangkat menuju Lembang. Pukul 7 sore, tim kemudian share dan berdoa bersama dengan Mbak Nining dan keluarga. Beban akan pendidikan dan pemulihan hati Bapa di daerah Bale Endah dan Majalaya sungguh kami rasakan. Kami bersyukur bisa membantu dalam beberapa hari ini dan terlebih bersyukur jika kami mengerti hati yang melayani dengan tulus di daerah ini.

Pukul sembilan malam, tim berangkat meninggalkan Bale Endah dengan hati misi yang akan kami bawa terus dan yang akan terus mendorong kami untuk melayani Tuhan dalam ketulusan dan kesederhanaan, seperti yang kami pelajari dari Mbak Nining, Ko Daniel dan jemaat lainnya.

Mbak Nining dan keluarga bersama tim
Advertisements
%d bloggers like this: