Mission Trip 28 Juni – 7 Juli 2011 – Day One

Segala kemuliaan bagi Tuhan Yesus, Raja segala raja, yang bertahta untuk selama-lamanya.

Tanggal 28 Juni-7 Juli 2011, leaders Sion Kampus mengadakanmission trip ke GKKD Satelit. Program mission trip tersebut meliputi daerah yang telah dijangkau seperti Gunung Tilu, Bale Endah, Majalaya, Banjaran, dan Lembang.

Berikut catatan hari pertama:

GUNUNG TILU, Selasa 28 Juni 2011

Puji syukur kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan kasih karunia yang senantiasa berlimpah dalam kehidupan kami. Kami bersaksi bahwa Tuhan Yesus tidak pernah lalai untuk menjaga kehidupan kami, dimanapun kami berada. Kasih karunia Tuhan pula yang memenuhi hati kami, leaders pelayanan Sion untuk pergi melakukan misi ke salah satu jemaat satelit Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD), Gunung Tilu.

Ada 9 anggota dalam team, yakni Royanto Napitupulu, Arnold Nugroho, Mariana Marselina, Estherina Juliana Marbun, Peter Benson, Juliana Amitianty Kombaitan, Josephine Margaretha Siahaan, Franklin Kesatria Zai, serta Alit Dewanto. Kami berangkat pukul 11.00 WIB dari Bandung, dan kurang lebih selama dua jam perjalanan kami tiba di lokasi desa Gunung Tilu. Di sana, kami langsung disambut hangat oleh Gembala Gereja, Pak Johan beserta isteri. Disana ada dua keluarga yang sudah dilayani oleh pelayanan gereja, yakni Pak Dodo beserta keluarga, dan Pak Yahya.

 

Tidak lama setelah kami tiba, hujan turun. Lebat sekali dan membuat jemaat di sini bersukaria. Sudah cukup lama mereka menatikan hujan. “Kedatangan kalian ke sini membawa berkat bagi daerah ini, hujan tiba – tiba turun.” Sudah cukup lama ladang kami dan warga kering”. Begitu pak Johan berkata sambil tertawa lepas. Puji Tuhan aja deh kalo begitu, hehe 😀

Siangnya, seluruh anggota team membaurkan diri untuk melakukan personal approach kepada semua jemaat yang ada. Selain dua nama di atas, ada pula Bu Asih (isteri Pak Dodo), Bu Apong (isteri Pak Yahya, sekaligus juga puteri pertama Pak Dodo), Ogi, Robi, Magdalena (putera dan puteri Pak Yahya), serta Kesia (cucu Pak Dodo).

Pak Dodo merupakan salah satu tokoh masyarakat yang cukup disegani di Gunung Tilu. Beliau tercatat memiliki enam anak, duapuluhan cucu, serta sebelas cicit. Beliau memiliki mata pencaharian sebagai peternak kecil-kecilan (ayam dan sapi), serta memiliki kebun sederhana. Kehidupan iman beliau sangat luar biasa, setelah lahir baru tahun 1992.

Pak Yahya merupakan pria berusia kurang lebih setengah baya. Beberapa waktu yang lalu, rumah Pak Yahya rusak akibat hujan dan badai. Sekarang rumah ini sedang dalam proses perbaikan, serta butuh sekali dukungan doa dan dana untuk pembangunan rumah ini. Dua putera Pak Yahya, Ogi dan Robi saat ini masih bersekolah di SMK Kejuruan Informatika Sumedang. Puteri bungsu Pak Yahya, Magdalena tercatat sebagai salah satu siswa kelas 3 Sekolah Dasar. Puji Tuhan dengan segala keterbataannya, Pak Yahya memiliki iman agar anak-anaknya menjadi orang Kristen yang sukses. Sehari-hari beliau berdagang kasur. Dia biasa keliling desa, naik turun gunung untuk menjual hingga dua set kasur yang dia pikul. Pak Yahya mengatakan dia cukup senang dengan ini karena bisa kenal dengan banyak orang dan berbagi hidup dengan orang – orang yang dia temui. Pak Yahya bersaksi dia banyak membayar harga / melepaskan segala sesuatu demi mengikut Kristus. Sebelumnya dia dan keluarganya adalah muslim yang cukup mapan. Namun karena dia percaya pada Yesus, keluarganya dan masyarakat di daerah asalnya mengusir dia sehingga sampailah di Gunung Tilu ini.s  Keluarga ini sangat butuh doa kita bersama, serta uluran dana bagi yang terbeban. Tapi hal yang paling menonjol dalam kehidupan beliau ialah aplikasi iman yang tak pernah menyerah dan tahan banting.

Kemudian setelah makan malam, kurang lebih pukul 19.99 WIB kami melakukan komsel bersama jemaat gereja. Kami bagi anggota team masing-masing melayani satu orang. Sesuai dengan hasil personal approch yang dilakukan setelah makan siang, maka kami sepakat untuk membagikan mengenai pondasi kekristenan yang kuat. Firman Tuhan diambil dari Mazmur 119: 105 dan Matius 7: 24-27. Tim mulai membagikan bhawa Firman Tuhan adalah jawaban atas setiap hidup kita. Tim mengajarkan supaya jemaat belajar setia baca Firman dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari karena itu sama seperti orang yang bijak yang membangun rumah di atas batu karang sehingga badai apapun, pergumulan apapun jemaat dilatih untuk berlari pada Firman Tuhan. Bukan untuk tergantung pada gembala melulu ttapi kepad Bapa yang mengasihi mereka. Puji Tuhan ada banyak keterbukaan dari para jemaat disini, serta ada Firman yang hidup yang mereka dapatkan. Komsel bersama selesai kurang lebih hingga pukul 21.30 WIB.

Komsel Hari Pertama

Setelah itu, team melakukan evaluasi dan perencanaan detail untuk hari esok. Kemudian ditutup dengan doa bersama kurang lebih satu jam. Terakhir team mulai istirahat pukul 23.00 WIB. Tuhan Yesus memberkati.

 

Advertisements
%d bloggers like this: