Heritage Camp Sion (16-18 September 2011)

Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman Tuhan (Yeremia 30:17a)

Demikianlah janji Tuhan yang Sion dapatkan untuk Heritage Camp kali ini. Dengan antusias, panitia dan pekerja berdoa dan mempersiapkan yang terbaik bagi lawatan dan pemulihan Tuhan bagi generasi ini. Sion percaya kampus-kampus akan dituai melalui Heritage Camp – ITB, ITHB, Unpad, UNIKOM, Maranatha, STKS, Stikes Borromeus, LIKMI, UNPAR dan lainnya.

Penjangkauan melalui penginjilan, kunjungan, mentoring, pemuridan, komunitas, publikasi dan lain sebagainya dilakukan oleh para pekerja. Persiapan di alam rohani juga gencar dilakukan, seperti doa keliling beberapa kampus, Persekutuan Doa (PD) semalaman, dan pertemuan-pertemuan doa lainnya.

Puji Tuhan, event ini terlaksana dengan luar biasa. Sekali lagi kita melihat bagaimana Roh Kudus bekerja secara perkasa di tengah-tengah anak muda. 63 orang mahasiswa mengalami pemulihan dan siap untuk di-follow up sebagai pekerja baru.

Day 1

Pukul 17.00, panitia, pekerja dan peserta berangkat dari gerbang depan Ganesha menuju Vila Taman Firdaus, Lembang. Hari pertama dimulai dengan praise and worship dan dilanjutkan dengan ice braking serta kesaksian oleh salah seorang Sioner.

suasana ice-breaking

 Day 2

Setelah persiapan, sesi pertama yaitu sesi Keselamatan/Lahir Baru dimulai. Pujian dinaikkan dan kotbah dibagikan. Ketika tantangan diberikan, banyak dari peserta menaggapinya dan berlutut di hadapan Tuhan.

Berikut suasana pujian dan penyembahan juga tantangan yang dilakukan pada sesi Lahir Baru:

suasana tantangan Lahir Baru

Dilanjutkan dengan sesi Hati Bapa. Kita rindu generasi ini memiliki gambaran bapa yang benar dan dipulihkan. Suasana tantangan penuh dengan lawatan Tuhan, peserta mulai menangis, melepaskan pengampunan buat ayah mereka, dan menerima kasih Bapa yang sempurna dalam hidup mereka.

Berikut suasana tantangan dan konseling Hati Bapa:

Konseling Hati Bapa

Di sesi ketiga, peserta diajarkan mengenai pentingnya komunitas dan bagaimana mencari teman hidup. Selesai kotbah, peserta ditantang untuk tertanam di komunitas yang baik dan untuk hidup dalam kekudusan.

Kotbah dibawakan oleh Ko Aris. Peserta memberi diri untuk tertanam dalam komunitas dan hidup dalam kekudusan.

Sebelum melanjutkan ke sesi keempat, kami kemudian makan siang dan melakukan games. Games seharusnya dilakukan di outdoor, tapi karena hujan, jadi dilakukan di villa. Tapi suasana fun dan keakraban tetap terbangun. Ada beberapa games yang dilakukan kelompok-kelompok yang dibagi.

Malam harinya dibagikan sesi Pemulihan Gambar Diri. Kita merindukan generasi yang seluruh hidupnya dan gambar dirinya terpusat pada Kristus. Selesai kotbah dibagikan dan konseling dilakukan, para konselor kemudian mendoakan peserta yang hadir. Sebelum menutup hari, salah seorang Sioner membagikan kesaksiannya mengenai pemulihan hati Bapa, gambar diri dan komunitas yang dia alami. Hari diakhiri dengan istirahat untuk menjelang esok hari.

Suasana konseling pemulihan gambar diri

Day 3

Hari terakhir heritage camp. Pemulihan demi pemulihan dikerjakan dan kami masih melihat tangan Tuhan bekerja dashyat di sesi-sesi hari ketiga.

Sesi pertama di hari ketiga yaitu sesi Pelepasan. Dengan mengetahui dan mengklaim kuasa darah Kristus, kita mendeklarasikan kemerdekaan kita terhadap luka batin dan ikatan dosa. Suasana tantangan pelepasan dan pemulihan luka batin membawa atmosfer kemerdekaan yang penuh dengan sukacita.

Selanjutnya sesi Baptisan Roh Kudus. Roh Kudus adalah Pribadi Ilahi yang menolong kita dalam kelemahan dan menyertai kita dalam pemberitaan injil. Kami melihat Roh kudus membaptis anak muda dan mereka dipenuhi oleh sukacita.

Aku merasa seperti balon yang diisi penuh sama Tuhan. Rasanya sukacita banget” – Stacia (SBM 2011, Peserta HC)

“Saya medengar dalam bahasa roh, mereka yang baru dibaptis Roh Kudus memanggil-manggil Bapa dengan begitu mesra, Bapa.. Bapa.. aku ingin mengenalmu lebih lagi.” – Raisa (AR 2009, konselor HC).

Kepenuhan, tangisan, sukacita dan kesaksian on fire memenuhi atmosfer sesi ini.

Berikut suasana Baptisan Roh Kudus:

Suasana Baptisan Roh Kudus

Sesi terakhir, yaitu sesi Pengutusan. Peserta yang telah dipulihkan dan merasakan kebaikan Bapa diajak untuk mengikut Yesus dan membayar harganya. Menjadi saksi di tengah-tengah kampus, keluarga dan pergaulan. Banyak peserta yang memberi diri untuk mengikut Yesus dan kemudian mereka didoakan untuk peneguhan:

Suasana Sesi Pengutusan

Demikian sesi demi sesi dilewati. Tidak hanya peserta, kami segenap panitia dan pekerja merasakan lawatan Tuhan. Melihat tangan Tuhan bekerja dan memulihkan melalui kami, mendengar kesaksian pertobatan dan menuntun generasi ini menjadi generasi yang tangguh. Sungguh kehormatan bagi kami.

Segala pujian, kuasa, hormat dan kemuliaan hanya bagi Anak Domba! HALELUYA!!!

 

Advertisements
%d bloggers like this: