Avoid the escape/quitting mentality

Royanto Napitupulu

Mazmur 144:1 Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang….

Ada saat-saat dalam kehidupan kita di mana kita sebenarnya hanya butuh terobosan dari Tuhan. Mungkin dalam pergumulan pekerjaan, bisnis, keuangan, studi, tugas akhir, keluarga, kesehatan, pelayanan, pemuridan, dan lain sebagainya. Seringkali anda mengalami kebuntuan yang mengerikan, di depan pandangan anda hanya ada kabut yang menghalangi. Pertolongan dari manusia tidak dapat diandalkan lagi, segala cara sudah dilakukan. Sampai akhirnya anda tidak tahan, intimidasi mulai merayap di pikiranmu. Bayang-bayang kekalahan, kemerosotan dan kemunafikan muncul menjadi algojo.

Anda mulai menyendiri dan menjauh dari persekutuan. Dan stigma2 yang aneh2 mulai bermunculan dalam pikiran kita menutupi kebenaran yg dulu menyukakan kita. Ketika musuh / ujian yang sebenarnya datang, seringkali kita tidak siap. Di masa2 seperti itu, kepercayaan kita pada Tuhan sepertinya tiba-tiba lenyap, ada kekhawatiran dan perasaan inferior.

Di masa-masa seperti ini kita hanya perlu mendengar dari Tuhan secara langsung daripada mempercayai pikiranmu.

Dan 9:21-22 Yea, whiles I was speaking in prayer, even the man Gabriel, whom I had seen in the vision at the beginning, being caused to fly swiftly, touched me about the time of the evening oblation. And he informed me, and talked with me, and said, O Daniel, I am now come forth to give thee skill and understanding.

Daniel mencari Tuhan untuk memahami mengapa bangsa itu dibuang ke Babel selama 70 tahun. Dia mulai berpuasa dan berdoa. Pada akhirnya seorang malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan memberi Daniel hikmat.

Yeremia berkata, “Kamu akan mencari Aku dan menemukan Aku apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (Yer 29:13). Masalah dengan kebanyakan dari kita adalah kita tidak mau untuk mencari Tuhan untuk jawabannya. Mencari Tuhan membutuhkan fokus yang disengaja yang mungkin membutuhkan doa dan puasa.

Yang kedua, perhatikan ini ! Karena ini penting.

Mat 7:24-27 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Hanya Firman Allah yang tetap dan tidak berubah untuk selama-lamanya. Karena itu seseorang yang hidup secara stabil akan MELETAKKAN HIDUPNYA DENGAN DASAR FIRMAN ALLAH . Itulah kenapa kita penting untuk membaca dan MELAKUKAN Firman Tuhan (Alkitab) . Tidak heran kalau kita goncang kalau kita tidak memiliki FIRMAN Tuhan. Iman hanya timbul melalui pendengaran kepada firman Kristus (Roma 10:17)

Hidup yang stabil tidak berdasarkan perasaan , berkat , kasih akan manusia , pergaulan dan segala sesuatu yang bisa terlihat oleh mata jasmani . Tetapi berdasarkan IMAN akan Firman Allah.

Ketika kita diberkati, kita bersukacita, kita berapi-api, kita jingkrak-jingkrak di persekutuan. Tetapi ketika pencobaan datang, keadaan tidak seperti yang saudara harapkan, jawaban-jawaban doa tidak datang anda mulai kehilangan sukacita, mundur didalam panggilan anda dan kehilangan kasih dan gairah anda terhadap Tuhan. Ini bukanlah hidup yang stabil. Karena saudara lebih percaya apa yang saudara rasakan dan lihat daripada apa yang Tuhan katakan.

Ketika kita merasa segar kita datang ke Gereja . Tetapi ketika suntuk kita mungkin memilih pergi jalan-jalan. Ini juga bukanlah hidup yang stabil.

Yang tidak kelihatan itu kekal.

Ibrani 11:27 Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan. Sudah waktunya orang Kristen mulai mempunyai iman terhadap apa yang tidak kelihatan dan yang kekal yaitu Firman Allah . Saat yang terlihat adalah penyakit , masalah studi, masalah lainnya dan kekurangan-kekurangan, kita tetap percaya bahwa Allah sanggup untuk menepati FirmanNya. Kita tidak meninggalkan visi Tuhan selama masa-masa sukar, namun kita hadapi bersama-sama dengan Roh Allah di dalam kita. We are more than a conqueror.

Apakah Anda perlu terobosan?

It is time for you to establish yourself in God, in His Words.

Advertisements
%d bloggers like this: