What I’ve learned from God…

Christine Oktaviani
Christine Oktaviani

Sedikit share tentang kebenaran yg mengubahkan saya. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati Roma 12:1 Ketika saya dimuridkan tingkat pertama, Tuhan mulai mewahyukan kepada saya tentang satu kebenaran mengenai manusia rohani. Saat itu saya masih menyukai lagu-lagu sekuler dan saya masih menganggap semua jenis musik adalah hal yang menjadi bagian dari hidup saya sehari-hari. Ketika itu, saya datang ke sebuah seminar di persekutuan Sion (awalnya saya agak malas untuk datang, tapi entah kenapa akhirnya datang juga). Saat itu, di seminar itu dibagikan kebenaran tentang manusia rohani. Manusia terdiri dari tiga, yaitu roh, jiwa dan tubuh. Banyak dari kita yang tidak benar-benar menyadari bahwa roh kita adalah pelitaNya Tuhan dan bagaimana hidup kita dipengaruhi oleh kekuatan roh kita. Roh kita harus dapat memerintah atas jiwa dan tubuh, bukan sebaliknya jiwa dan keinginan daging yang lebih kuat dari roh kita. Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. Pro 20:27 Kita yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah anak-anak terang di dalam Dia. Kalau kita adalah anak-anak terang, maka kita pasti tidak ingin
melihat kegelapan. Maksudnya kita tidak akan lagi menginginkan hal-hal yang dari gelap (si jahat). Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Mat 5:14 Untuk membangun manusia rohani, kita perlu mengerti bahwa panca indra di tubuh kita adalah gerbang untuk segala sesuatu masuk ke roh kita. Karena itu kita harus berhati-hati dengan apa yang kita lihat dan dengar. Jika kita menerima hal-hal yang benar maka roh kita akan dibangun, tetapi jika kita menerima hal-hal yang merusak, maka roh kita tidak akan terbangun dan menjadi lemah. Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan. Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya.” Luk 11:34-36 Kita perlu sungguh-sungguh menjaga roh kita, dan berhati-hati dengan apa yang kita ijinkan masuk ke dalam hati (roh) kita. Apa yang kita lihat dan dengar yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, tidak boleh kita ijinkan berkuasa atas kita. Dari kebenaran tersebut, Tuhan mengajar saya untuk mulai menjaga apa yang saya lihat, dan apa yang saya dengar. Tuhan mulai bicara untuk saya meninggalkan lagu-lagu sekuler yang saat itu masih saya sukai.
Awalnya saya masih berusaha menolak pengertian dan suara Tuhan yang saya terima (karena daging saya masih menyukai hal-hal dunia), tapi firman Tuhan berbicara begitu kuat. Akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan lagu-lagu sekuler dan berkomitmen untuk tidak lagi menikmati lagu-lagu tersebut untuk kepuasan jiwa saya. Ada masanya saya berpikir saya terlalu rohani, ketika saya melihat orang-orang di sekitar (teman-teman seiman) saya masih mendengar lagu-lagu dunia. Tapi Roh Kudus dengan lembut mengingatkan firmanNya, dan puji Tuhan saya bisa melanjutkan apa yang saya sudah komitmenkan bagi Tuhan. Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 1Jn 2:15 – 16 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Gal 5:17 Berhenti mendengar dan menikmati lagu-lagu dunia bukanlah satu hukum Taurat baru. Hal ini merupakan kasih kita untuk Tuhan dengan memberi diri kita dikuduskan bagi Tuhan. Berilah yang terbaik bagi Tuhan, dengan memberi hidup kita bagi Dia. Tuhan menghargai seberapa yang kita beri bagi Dia, tapi keputusan kitalah kita mau memberi yang terbaik bagi Tuhan atau tidak. Secara khusus, kenapa lagu-lagu sekuler tidak baik untuk kita dengar lagi? Ada beberapa hal yang perlu kita mengerti..
Pertama, sebagian besar lagu sekuler tidak berisi hal-hal yang sesuai firman Tuhan. Memang tidak semua lagu sekuler berisi hal-hal yang buruk, tapi seperti kita tahu saat ini kebanyakan lagu sekuler bercerita tentang kisah cinta, patah hati, frustasi dan lain-lain. Lebih tepatnya lagu-lagu tersebut tidak berfungsi untuk membangun dan sama sekali tidak menambah pengenalanan dan hubungan kita dengan Tuhan. Firman Tuhan berkata di Amsal 18 : 21 “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Jika kita menjadi orang yang suka mendengar dan menyanyikan (memperkatakan) lagu-lagu tersebut, lagu jatuh cinta, lagu patah hati dan lainnya, maka tanpa kita sadari, hal tersebut akan kita alami (akan kita makan buah dari perkataan kita). Kedua, kebanyakan lagu sekuler tidak dibuat untuk menyembah atau menyenangkan hati Tuhan. Lagu sekuler lebih sering dibuat untuk menyatakan kondisi perasaan dan atau memuaskan jiwa manusia (dengan perasaan sedih, senang, atau bahkan marah dalam lagu tersebut). Ketika kita mendengarkan dan menyanyikan lagu-lagu tersebut, maka kita sedang membawa jiwa kita larut dan memuaskan diri sendiri dalam lagu-lagu tersebut. Akibatnya, kita menjadi orang yang mudah terbawa perasaan (labil), mudah senang, marah, karena jiwa kita terbiasa dipengaruhi kondisinya oleh lagu-lagu tersebut. Kita harus menyadari bahwa kata-kata anak-anak Tuhan dianggap sebagai suatu hukum di alam rohani. Mungkin kita hanya bermain-main memperkatakan atau menyanyikan sesuatu, tapi hal tersebut dianggap penting di alam rohani, dan hal tersebut dapat mempengaruhi hidup kita dan orang lain. Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar. Yakobus 3 : 9-12 Yakobus 3 : 9-12 menjelaskan bahwa tidak bisa dari mulut yang sama keluar perkataan yang berbeda. Kita tidak bisa memakai mulut kita untuk menyembah Tuhan sekaligus memperkatan hal-hal yang tidak baik. Pohon ara tidak menghasilkan buah zaitun, artinya apa yang kita hasilkan (katakan) dipengaruhi dari kondisi kita pribadi. Berhubungan dengan kebenaran mengenai manusia rohani, maka apa yang kita ijinkan roh kita terima (dengar dan lihat) mempengaruhi apa yg kita hasilkan (ucapkan). Karena itu kita harus belajar dan meminta pertolongan Tuhan untuk bisa menjaga apa yang kita ijinkan masuk ke dalam hidup kita. Mulai saat ini, mari kita lebih lagi merindukan hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Keep growing… Gbu all 😀

Advertisements
%d bloggers like this: