Heritage Camp Bandung 30 Maret-1 April 2012

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” Matius 11 : 28

Tanggal 30 Maret sampai tanggal 1 April di Villa Taman Firdaus, Tuhan memanggil anak-anakNya untuk dipulihkan, diubahkan dan dilahirkan kembali sebagai prajurit.  Heritage Camp adalah satu event retreat yang dipakai Tuhan untuk memberikan pemulihan serta transformasi kehidupan kepada pesertanya.

Pada tanggal 30 Maret (Jumat) malam, para peserta tiba di Villa Taman Firdaus untuk mengikuti rangkaian kegiatan retreat yang berlangsung selama 3 hari. Beberapa dari mereka mungkin masih memikirkan tentang ujian yang baru saja mereka lewati, beberapa dari mereka mungkin masih memikirkan tentang deadline tugas yang menanti di hari Senin. Tidak sedikit dari mereka yang datang dengan permasalahan pribadi, permasalahan studi, permasalahan keluarga, keuangan, keterikatan dosa-dosa tertentu dan banyak pergumulan yang dihadapi oleh masing-masing pribadi yang datang. Mungkin mereka datang dengan penuh kepasrahan karena ajakan pembimbing rohaninya, mungkin ada juga yang datang dengan motivasi untuk menjauhkan diri sejenak dari kesibukan kuliah atau sekedar ikut-ikutan ajakan teman.

Mereka tidak menyadari bahwa bukan kebetulan Tuhan menuntun langkah kaki mereka untuk sampai di tempat itu. Tuhan menuntun mereka untuk masuk ke dalam jalurNya dan ikut ambil bagian dalam rencanaNya yang besar. Mereka tidak menyadari bahwa mereka akan melewati 3 hari yang panjang dimana Tuhan akan memproses hidup mereka habis-habisan yang akan mentransformasikan hidup mereka untuk seterusnya.

Tanggal 31 Maret (Sabtu), sesi pertama dimulai, yaitu tentang keselamatan. Sesi ini dibawakan oleh Bang Parlin Sianipar (Gembala Sion Ministry). Beberapa daridari peserta maju dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan Yesus. Sesi kedua merupakan sesi Hati Bapa. DI sesi ini anak-anak yang mengalami sakit hati dan kepahitan dengan ayah dipulihkan untuk dapat memiliki gambaran Bapa dengan benar. Generasi yang berbapa pun dilahirkan di sesi ini.

Sesi ketiga, Gambar Diri, dibawakan oleh Bang Ebitra Sitanggang (Pekerja Sion Ministry). Yesus memberi keberhargaan diri pada setiap mahasiswa dan menjamah hati mahasiswa dan mengubahkan mereka untuk melihat diri mereka sebagai mana Bapa melihat mereka. Sesi-sesi di hari pertama pun selesai dan kegiatan dihari itu diakhiri dengan games. Di malam hari, sesi komunitas dibagikan oleh Bang Royanto Napitupulu (Koordinator Sion Ministry). Sesi ini mengajarkan pentingnya komunitas benar untuk bertumbuh.

Hari kedua, Minggu 1 April, sesi dibuka oleh Bang Leo Simangunsong (Gembala GKKD Bandung Pusat) dengan sesi Pelepasan. Selesainya firman dibagikan, konselor kemudian melayani peserta. Kami melihat pekerjaan Tuhan yang dahsyat dan manifestasi nama Kristus yang nyata ditengah-tengah mahasiswa. Sesi selanjutnya adalah sesi Pengutusan yang dibawakan oleh Mbak Yus (Gembala GKKD Lembang). Visi dan tujuan Ilahi kemudian diberitakan. Sehabis sesi, Mbak Yus dan beberapa leaders Sion Ministry menumpangan tangan atas peserta dan meneguhkan mereka dengan nubuatan dan firman Tuhan. Sesi terakhir merupakan sesi Baptisan Roh Kudus yang dibawakan oleh Parlin Sianipar. Pekerjaan dahsyat Tuhan yang mencengangkan terjadi di sesi ini. Lewat penumpangan tangan, hampir seluruh mahasiswa yang menjadi peserta mendapatkan baptisan Roh Kudus. Heritage Camp kali ini ditutup dengan sukacita ang luar biasa.

Berikut salah satu kesaksian peserta HC kali ini:

Mengikuti HC merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan. Pada awalnya saya malas mengikuti acara ini karena ada tugas yang super banyak di hari Senin. Tapi karena perjuangan sang kakak PA dan seorang temannya akhirnya saya luluh juga. Saya bertekad untuk mendapatkan sesuatu di acara ini karena sudah cukup banyak waktu yang dikorbankan. Sesi demi sesi  memiliki kesannya masing-masing. Mulai dari adanya pemulihan, kebangunan rohani, pengampunan, dll. Namun yang paling berkesan adalah sesi Baptisan Roh Kudus. Mendengar orang-orang berbahasa roh bukanlah hal yang baru bagi saya, namun mendengar saja rasanya ga cukup, ingin rasanya memperoleh baptisan tersebut. Saya sempat mengikuti kegiatan ret-ret yang serupa dengan HC namun saat itu saya belum bisa mendapatakannya. Ternyata kunci untuk mendapatkannya sangat sederhana, yaitu MINTA dan PERCAYA, dan biarlah Tuhan Yesus yang bekerja dalam kita.

Monica (SAPPK 2011)

Yesus memanggil orang-orang yang letih lesu, yang punya banyak beban berat dan yang putus asa dengan kegagalan dalam hidupnya untuk memberikan suatu kelegaan dan mengangkat beban mereka.

Heritage Camp; satu event retreat yang melahirkan prajurit-prajurit Kristus.

Advertisements
%d bloggers like this: