Khotbah SR 25 Januari 2014

Tema                     : Invasion

Pembicara           : Parlindungan Sianipar, ST

SION mempunyai nilai-nilai yang dipegang teguh, yakni:

  1. Pemberitaan Firman Tuhan.

Di Sion kita percaya kalau injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan, seperti yang ditulis Paulus di Roma 1:16,” Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Injil itu diberitakan secara verbal, dari mulut ke mulut, bukan lewat hidup kita yang baik, teladan kita, ataupun suksesnya karir kita. Injil adalah pemberitaan ketika kita memberitahukan bahwa Yesus Kristus telah datang ke dalam dunia dan mati di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia yang percaya kepada-Nya. Orang-orang dipertobatkan saat pemberitaan injil itu dilakukan secara verbal. Saat injil dibagikan, kuasa Allah yang bekerja, menjamah hati orang-orang yang akan diselamatkan, sehingga setiap orang mengalami Kristus secara pribadi.

  1. Mengasihi secara nyata.

Mengasihi itu ditunjukkan lewat perbuatan, lewat tindakan. Mengasihi itu memberikan tenaga, waktu, uang untuk memuridkan, melayani jiwa-jiwa, memilih untuk hidup sederhana demi menggunakan uangnya untuk melayani jiwa-jiwa. Kasih itu mau berkorban.

  1. Miracles are for now!

Mujizat-mujizat itu bukan hanya terjadi di zaman para rasul saja, tetapi saat ini juga terjadi, karena Allah itu luar biasa, jauh daripada semua yang dapat kita bayangkan. Allah itu supranatural, jadi adalah hal yang  biasa jika kita mengalami kejadian-kejadian yang supranatural juga, yang diluar pikiran kita. Banyak orang zaman sekarang ini memiliki pemikiran yang skeptik , dimana semua hal dipikirkan secara logika dan harus dapat dibuktikan dan dapat dilihat dengan mata. Hal ini membuat mereka sukar untuk percaya pada Tuhan.

Roma 1:17,” Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Kita hidup dengan iman. Dalam ibrani 11:1,” iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”

Matius 10:26-33

“Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang. Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.

Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

Pemberitaan injil adalah tentang apa yang Yesus lakukan dan selesaikan di kayu salib, bukan tentang apa yang sudah kita lakukan dan selesaikan di bumi. Injil bukan tentang pekerjaan baik yang kita lakukan . sekali lagi, injil adalah tentang Yesus yang mati di kayu salib dan bangkit pada hari yang ketiga.

Pemberitaan injil yang kita lakukan itu seharusnya seperti Yesus. Ditulis dalam lukas 10:1,5,” Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.” Apa yang Yesus lakukan dalam penginjilan? Ia mengutus murid-murid-Nya berdua-dua ke rumah-rumah.

Roma 10:14-15,” Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” injil disampaikan dengan verbal!

Yesaya 49:6,” “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

Ini adalah janji Allah untuk kita tahun ini. Teruslah berdoa, karena kerinduan kita adalah mengerjakan isi hati Tuhan, selalu berkomunikasi dengan Tuhan.

Kemenangan yang akan kita raih:

  1. Kemenangan atas doa dan ikatan-ikatan roh jahat.

Yosua 1:3-5

  1. Kemenangan atas manusia lama

Efesus 4:22-24. Roma 12:2

  1. Kemenangan dalam studi

Ulangan 28:13-14

  1. Kemenangan dalam pergaulan

Matius 18:20-22

  1. Kemenangan dalam uang

Ulangan 28:12

  1. Kemenangan dalam karakter

Galatia 5:20-23

  1. Kemenangan dalam  pelayanan

Mari berani perkatakan kemenangan dan eksplorasi wilayah-wilayah baru dalam hidup kita! Anda mau menjadi penonton atau menjadi orang terdepan yang mengerjakan visi Allah yang besar? Its up to you, guys! Tuhan memberkati.

Advertisements
%d bloggers like this: