BELAJAR FIRMAN

by Parlin Sianipar

2Ti 2:15  Study to show thyself approved unto God, a workman that needeth not to be ashamed, rightly dividing the word of truth

Kenapa belajar Firman, bukan sekedar membaca atau merenungkan ?

Kita yang pernah belajar mengerti bahwa belajar perlu melalui rasa sakit tertentu. Sering sekali kita merasa tidak ingin belajar – kita ingin melakukan hal-hal lain yang kita anggap fun, mata kita mungkin sudah redup seperti lampu 5 Watt. Tapi di saat itu, kita tetap memaksakan diri kita untuk belajar, kita tetap tinggal di kursi kita, menatap buku kita dan mengerjakan latihan-latihan yang belum terselesaikan. Enjoyment-nya sudah hilang, tapi kita memaksa diri semata-mata karena kita tahu, apabila kita skilfull, bahkan masterfull dalam pelajaran ini, kita akan memperoleh hadiah pada akhirnya, yaitu berupa nilai yang baik atau kelulusan dalam mata kuliah berdosen killer.

Ketekunan seperti itulah yang saya maksudkan kita harus punyai dalam berhubungan dengan Firman Tuhan. Kenapa ? Karena tanpa belajar Firman, seseorang tidak akan pernah menjadi pemurid yang baik. Di 2 Timotius 2:2, Paulus meminta Timotius mempercayakan tanggung-jawab pemuridan kepada orang yang dapat dipercayai dan juga cakap mengajar orang lain. Kata cakap disana berasal dari bahasa Yunani (hikanos’:mampu, sanggup), yang menunjukkan kualifikasi dan kompetensi seseorang dalam penguasaan Firman. Paulus kemudian melanjutkannya di ayat 3-6  dengan mendeskripsikan seperti apa disiplin yang Anda butuhkan didalam belajar, mengaplikasikan dan memberitakan Firman. Di Alkitab versi KJV, ada frasa endure hardness (ayat 3), strive for masteries (ayat 5) dan laboreth (ayat 6), disiplin belajar Firman mendatangkan rasa sakit yang diperlukan untuk membentuk seorang pemurid yang tangguh dan benar-benar cakap dalam mengajar.

Sebagai seorang pemurid, mungkin kita sering secara bawah sadar berpikir bahwa murid dapat dihasilkan dengan pendekatan yang smooth, bujukan dan traktiran. Tidak ada yang lebih meleset dari hal ini. Apakah kita akan membuang kuasa kreatif dari Injil yang penuh kuasa dan menggantikannya dengan sugesti manusia ? Ada banyak mahasiswa di luar sana, dan sebagian mungkin kita kenal. Pengenalan mereka akan kita, bahkan seincipun tidak akan mengantarkan mereka lebih dekat ke pintu surga, tanpa pengenalan mereka akan Pribadi Kristus.

Hanya Firman Kristus yang membawa mereka ke dalam mujizat regenerasi, pertobatan yang sejati.1Pe 1:23  Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. Bukan pertemanan, bukan karena dulu satu gereja, bukan karena adik angkatan, tapi karena kepada mereka, Firman Kristus yang berkuasa telah diproklamirkan oleh hamba-hamba kerajaanNya yang taat, yang telah menghabiskan malam demi malam, didalam doa dan pembelajaran Firman.

Firman diatas, 2 Timotius 2:15 mendorong kita untuk terus menerus belajar berkenan kepada Allah (studi Firman), dan ketika kita skillful/masterful dalam Firman, kita tidak akan malu menjadi seorang hamba Tuhan dan seorang pekerja Kristus, karena dengan mumpuni kita bisa membedah Firman dengan baik, bahkan dengan ahli, manusialah yang kita bedah dengan pedang Firman. Pekerja Kristus yang masih terbata-bata, malu-malu, gugup-gugup dan tidak jelas dalam penyampaian Firman adalah pekerja yang memalukan, yang sering sekali sebenarnya dikarenakan tidak belajar dan tidak latihan menggunakan Firman Tuhan di kamar pribadi. Dan calon anak-anak rohani yang sebenarnya masih lembut hatinya, jadi menolak untuk menjadi murid karena kita tidak nampak berani dan yakin menyampaikan Firman Tuhan.

 

Berhenti mengeluh dan menyalahkan keadaan dan menyalahkan Tuhan kalau engkau belum punya anak rohani.  Keluar dari zona nyamanmu, enyahkan rasa malasmu! Kembangkan selera yang sehat akan Firman, studi Firman dengan giat. Pekerja yang cakap mengajar Firman, akan menghasilkan keturunan rohani yang kuat. Api menghasilkan api!

Advertisements
%d bloggers like this: