Belajar Firman, Jalan Menuju Penggenapan Janji

by Pastoral

 

Yosua 1:2-3

2 “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.

3 Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.

Yosua adalah hamba Tuhan yang diminta membawa bangsa Israel menuju tanah Kanaan, tanah perjanjian. Tuhan berjanji kepada Yosua, setiap daerah yang diinjak oleh kakinya akan menjadi miliknya. Jadi, jika Yosua menjalani semua daerah Kanaan, maka dipastikan semua daerah itu menjadi milik pusaka Yosua dan bangsa Israel.

Tetapi dibalik besarnya janji tanah Kanaan, Tuhan memberikan kunci supaya janjiNya itu tergenapi.

Yosua 1:7-8

7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.

8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Kunci keberhasilan Yosua:

  1. Yosua memimpin bangsa Israel dgn hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yg diperintahkan Tuhan melalui Musa. Akibatnya bangsa itu tidak berjalan dengan sembrono, mereka berhasil menduduki seluruh daerah Kanaan.
  2. Yosua memperkatakan kitab Taurat siang dan malam. Sehingga perjalanannya selalu berhasil.

Amsal 18:21

21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Lidah kita punya kuasa, baik kematian maupun kehidupan. Jika kita tidak membiasakan diri memperkatakan/ mengklaim janji Tuhan, tetapi lebih suka bermalas-malasan, memilih jalan pintas menuju penggenapan janji Tuhan, kita sebenarnya sedang bermain-main. Kita perlu mengerti bahwa lidah kita berkuasa membawa kehidupan.

Amsal 15:4

4 A wholesome tongue is a tree of life: but perverseness therein is a breach in the spirit.

Dalam terjemahannya, salah memakai lidah membocorkan manusia roh kita. Oleh sebab itu, mengapa Tuhan berpesan kepada Yosua untuk memperkatakan Firman setiap hari adalah jika ia lalai memperkatakan firman, yaitu merenungkannya siang dan malam, ia sudah didepan jalan yang menyimpang ke kanan atau ke kiri.

Matius 12:35-37

35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.

36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.

37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”

Kita perlu mengisi manusia roh kita dengan fiman Tuhan. Karena dari perbendaharaan yang baik akan keluar hal-hal yang baik pula, demikian sebaliknya. Artinya, untuk memiliki perbendaharaan yang baik, mulailah menabung firman dalam loh hatimu. Mulailah setiap hari dengan belajar merenungkan 1 pasal Alkitab dan menghafalkan 1 ayat.

Setiap perkataan kita yang sia-sia, tidak membangun, harus dipertanggung jawabkan. Kita dibenarkan dengan perkataan kita.

Mazmur 1:1-6

1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;

6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Sesuai yang dikatakan oleh Mazmur, setiap orang yang kesukaannya taurat Tuhan, yang merenungkannya siang dan malam, merekalah orang yang kuat dalam rohnya. Mereka menjadi pohon tanamannya Tuhan, yang selalu menyerap makanan dari Firman itu.

Sehingga ciri-ciri dari orang yang menjadi tanamannya Tuhan:

–  Menghasilkan buah pada musimnya. Pada waktu kita bertekun dalam merenungkan dan      memperkatakan Firman, maka kita akan berbuah pada musim penuaian. Kita tidak menjadi  orang-orang tertinggal.

– Yang tidak layu daunnya. Tidak pernah menjadi orang yang mundur secara rohani, tetapi    selalu fit dan stabil dalam setiap musim. Baik musim panas, gugur, semi, dingin.

– Apa saja yg diperbuatnya berhasil.

Mulai hari ini, latihlah dirimu dengan merenungkan dan menghafalkan Firman. Mulailah setiap hari dengan belajar merenungkan 1 pasal Alkitab dan menghafalkan 1 ayat. Perkatakan firman kehidupan pada pemuridanmu yang sudah mulai suam-suam, perkatakan berkat bagi anak-anak PA mu yang saat ini perlu mengalami jamahan Tuhan. Semua janji-janji itu sudah tersedia di dalam FirmanNya.

Seberapa Banyak Janji Tuhan yang akan Digenapi dalam Hidupmu Tergantung dari Banyaknya Firman Tuhan yang Ada di Dalammu

Advertisements

About the post

Teaching

%d bloggers like this: