Makna Sebenarnya dari Puasa

Banyak orang memperdebatkan mengenai puasa, ada sebagian pula yang berpuasa tetapi tidak mengetahui tujuannya. Semata-mata dilakukan karena ajaran agama atau keharusan dari ritual agama untuk menjalankan puasa. Yang lebih miris lagi, sebagian orang-orang Kristen berpuasa tetapi tidak mengetahui maksud sebenarnya dari puasa yang dijarkan oleh Yesus.

Mari sejenak kita kesampingkan pikiran yang berasal dari budaya atau ritual agama dan mulai belajar firman sehingga tahu makna sebenarnya dari puasa.

Lukas 5:33-39

Dalam nats tersebut, murid Yesus tidak berpuasa sehingga menimbulkan kritik dan pertentangan dari kaum Farisi yang taat menjalankan puasa. Orang Farisi sangat menjaga setiap ajaran dari Hukum Taurat dan salah satunya adalah puasa. Mereka taat untuk mempersembahkan korban bakaran disertai dengan doa puasa. Tetapi tahukan Anda, Yesus menentang orang Farisi. Sekalipun apa yang dilakukan orang Farisi terlihat benar, tetapi tujuan mereka berpuasa dilandasi oleh tujuan yang salah.

Yesus menjawab mereka, akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Mengertikah Anda maksud dari ayat ini? Coba ingat, siapa Dia yang menjadi pendoa syafaat bagi kita selama Dia di bumi? Yesus! Ya, Dialah yang menjadi pendoa bagi murid-muridnya dan orang-orang di sekitarnya supaya mereka memperoleh keselamatan. Yesus selalu berdoa sebelum Ia melakukan mujizat dan mengabarkan Injil secara terbuka. Banyak mujizat yang terjadi saat Ia berdoa bagi mereka.

Jadi, ketika Yesus naik ke surga, Ia ingin supaya gerejaNya menggantikan posisi sang mempelai untuk berdoa bagi keselamatan jiwa-jiwa.

 

Lukas 22:14-20

Yesus sebelum Dia disalibkan, melakukan Perjamuan bersama murid-muridNya. Pesan Yesus adalah “Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah.” “mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang.”

Jadi, ketika Yesus naik ke surga, disana dia berpuasa sampai dengan hari ini. Dan Ia akan makan dan minum lagi ketika Kerajaan Allah datang kedua kalinya, artinya Injil telah diberitakan kepada segala bangsa. Oleh sebab itu, mengapa Yesus berpuasa sampai hari ini adalah karena Ia berpuasa bagi suku-suku bangsa supaya InjilNya sampai kepada mereka. Injil Yesus Kristus harus sampai kepada suku-suku bangsa barulah tiba kesudahannya.

Ibrani 7:25

Sampai hari ini Dialah, Yesus Kristus, yang menjadi pendoa syafaat bagi kita di sorga. Ia yang menjadi Pengantara bagi kita. Percayalah, sampai hari ini kerinduan Yesus, isi hatiNya yang terdalam adalah bahwa InjilNya bisa sampai kepada bangsa-bangsa. Ia tidak pernah berhenti untuk berdoa bagi kita. Bahkan, ketika Dia sudah terangkat ke surga, jiwa-jiwa di bangsa-bangsa itu yang menjadi kerinduanNya. Supaya semua bangsa bisa bertemu dengan Air Kehidupan, Pribadi Yang Menyegarkan Roh kita.

Banyak orang berpuasa dan doanya tidak dijawab. Banyak orang berpuasa dengan landasan yang rapuh, tidak Alkitabiah. Tidak sesuai dengan isi hati Tuhan.

Yesaya 58:3-13, terdapat 2 alasan mengapa puasa tidak dijawab:

–          Pada waktu berpuasa, org tsb tetap mengurus urusannya sendiri. Org jenis ini berpuasa tetapi dalam puasanya, dia berpuasa untuk dirinya sendiri. Doa-doanya dipenuhi dengan list permintaan yang berhubungan dengan diri sendiri.

–          Org tersebut berpuasa dengan tujuan untuk merendahkan diri dan fokusnya pada diri sendiri. Sehingga berupaya hidup dengan menggunakan perkakas yang sederhana mungkin.

Tujuan puasa di Yesaya 58:3-13 adalah:

–          Berdoa bagi orang lain. Sehingga fokusnya adalah orang lain, bukan doa yang dilandasi oleh kebutuhan diri sendiri. Sebaik apapun isi doa, ketika itu berlandaskan pada kebutuhan pribadi, itu bukanlah berdoa puasa yg Yesus ajarkan. Hal inilah yang menjadi pembeda antara puasa yang diajarkan oleh dunia ini atau ajaran kepercayaan apapun. Puasa yang diajarkan Yesus berfokus pada orang lain, sedangkan puasa yang dilakukan dunia focus pada diri sendiri, baik dalam bentuk untuk mendapatkan amal kebaikan, supaya semakin dekat dgn Allah, dan lain sebagainya.

Selain itu, puasa tidak bertujuan untuk:

–          Menahan lapar dan haus. Bukan, puasa tidak ada hubungannya dengan menyiksa diri, dengan tidak makan dan tidak minum. Yesus ajarkan bahwa tidak satupun makanan yg masuk ke dalam mulut dapat menajiskan kita. Tetapi apa yg keluar dari hati itu yg menajiskan kita. Jadi, kita tidak bisa menambahkan apapun dalam iman kita kepada Yesus dengan berpuasa. Kita tidak juga berusaha berpuasa kepada Yesus untuk menyenangkan hatiNya, atau supaya semakin dekat denganNya. Yesus sudah mengasihimu, engkau tidak perlu menyiksa diri supaya lebih mendapatkan kasihNya.

–          Menambah iman, urapan, Hubungan Pribadi Dgn Tuhan, untuk menghadapi problem/gunung-gunung tertentu dlm kehidupan pribadi dan hal lainnya yg kelihatan rohani tetapi fokusnya masih kepada diri sendiri. Ingat lagi, puasa itu fokusnya adalah berdoa bagi orang lain, bukan diri sendiri. Yesus tidak mau kita egois dengan berdoa untuk kebutuhan kita saja, tetapi berdoalah bagi problem orang lain, permasalahan orang lain. Pada saat engkau berdoa bagi orang lain (fokusmu pada orang lain), maka Tuhan yg menjadi pendoa syafaatmu!

–          Menyombongkan diri, pamer rohani. Hal ini yang dilakukan oleh orang Farisi ketika berdoa bersama dengan seorang pendosa di depan Bait Allah. Firman Tuhan berkata bahwa doa si pendosa yg diterima karena ia berdoa dari hati yg hancur dan remuk di hadapan Tuhan. Tetapi si orang Farisi berdoa karena kebenaran dirinya, melakukan hukum taurat, berpuasa, memberi perpuluhan, dll.

Lukas 5:36-39

Yesus memberi perumpamaan ttg anggur yang baru dan lama yg disimpan dalam kantong yg baru dan lama. Hal ini berbicara mengenai perubahan dalam hati kita saat kita berpuasa. Mereka yang berpuasa tidak lagi focus pada diri sendiri. Tetapi mulai berdoa puasa untuk orang lain. Mereka adalah orang-orang yang menangkap isi hati Tuhan bagi dunia yg terhilang, jiwa-jiwa yg belum mendengar Injil. Mereka stop dari hanya menerima berkat Tuhan, tetapi mulai meneksploitasi doa dengan permohonan pada orang lain, keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang. Anggur lama berbicara mengenai mereka yang sudah menangkap isi hati Tuhan bagi jiwa-jiwa yang terhilang. Mereka yang disebut sebagai sahabatNya.

Yesus di Yohanes 15:9-17, mengatakan “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”

Anggur baru berbicara mengenai mereka yang masih bayi-bayi rohani. Mereka yang berdoa bagi dirinya sendiri. Fokus doa mereka adalah kebutuhan mereka, masalah mereka, dan lainnya. Ketika manusia roh kita menangkap isi hati Tuhan yang sebenarnya, kita tidak akan mau lagi mengenakan pengenalan akan Tuhan yg dangkal, doa-doa yg focus pada diri sendiri.

6. Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,

7. supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

8. Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.

11. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.

12. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni”.

Puasa seperti apa yang bisa saya lakukan:

Berpuasa dengan tidak makan dan minum, tetapi ingat lagi yang menjadi landasannya adalah berdoa bagi orang lain. Disiplinlah dalam berpuasa. Di Sion, kita membiasakan diri dengan berpuasa setiap Selasa secara korporat, dimana kita berdoa bagi orang lain dan bangsa-bangsa.

Advertisements
%d bloggers like this: