Study Berkemenangan

by Stefanus Setiawan

VISI SION: Yesaya 61:1-4

Ketika kita dipenuhi Roh Kudus, kita punya kuasa untuk mengerjakan banyak hal. Ketika kita terima hak, maka kta terima tanggung jawab juga. Dalam ayat 1 “ Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara. dikatakan bahwa Roh Kudus mengutus kita, artinya kita pergi, ada tindakan yang dilakukan.

Dalam study, kita harus punya mental pemenang. Saat kita punya dasar yang benar kita akan menerapkan kebenaran firman Allah, apapun kondisi yang kita alami. Tuhan menetapkan kita berkemenangan, maka kita punya mental pemenang.

Kejadian 2:15, “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Akar kata ‘mengusahakan’ sama dengan ‘ibadah’. Jangan membedakan antara ibadah dengan study. Studi adalah ibadah kita juga kepada Yesus, maka kita harus berikan yang terbaik. Study yang berkemenangan adalah buah dari mengikut Yesus.

Jadi, ada 3 hal yang penting untuk diingat, yakni:

Belajar adalah ibadah kita pada Tuhan

Tuhan ingin study kita berkemenangan

Kita punya potensi

 

 

Ada 8 hal yang harus kita lakukan:

1.  Excellent

Matius 5:41, “Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Doing more!! Excellent disini artinya melampaui batas kekuatan kita. Saat kita menyembah Tuhan, ada kekuatan baru. Jadi saat lelah, sembahlah Tuhan. Jangan mau punya mental ala kadarnya.

Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Dapatkan janji Tuhan untuk studi mu ! J

2.  Tidak Malas

Amsal 21:5,” Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.

Pertempuran yang sesungguhnya adalah waktu kita belajar. Ujian awalah waktu kita untuk menuai, waktu berkemenangan.

3.  Pergunakan waktu dengan bjaksana

Efesus 5:15-17

Ayat 15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

Ayat 16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Ayat 17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Bebal dan bodoh = unwise

Berhikmatlah mengatur waktu dengan punya prioritas. Berani untuk mempertahankan proritas. Berani untuk mempertahankan prioritas, artinya mampu mengatur diri sendiri belajar untuk mendengarkan suara Allah.

4.  Tidak Curang

1 korintus 10:31, Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Kalau fokus kita adalah untuk kemuliaan Allah, kita tidak akan melakukan tindakan curang, contohnya mencontek.

5.  Evaluasi Diri & bertobat dari kesalahan yang dilakukan

Berdoa dengan sungguh-sungguh -> bertobat dengan sungguh-sungguh -> mujizat terjadi

Mintalah petunjuk dari Tuhan apa yang harus kita lakukan untuk studi kita.

6.  Ingat Prinsip : Semua adalah Kasih Karunia Allah

1 Korintus 15:10, “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Jika kita mengingat prinsip ini, maka kita tidak akan sombong sewaktu studi kita baik, tetapi kita malah memuji dan memuliakan nama Tuhan. Biarlah Tuhan yang dimuliakan dari hasil studi kita.

7.  Menaburlah maka engkau akan menuai

Taburlah apa yang engkau mengerti dengan mengajari orang lain, pasti kita akan menuai hasil yang baik pula. Selain itu, tabur pula hal-hal baik dalam hidupmu dengan memanfaatkan waktu kita dengan semaksimal mungkin. Waktu senggang kita pergunakan untuk memuji Tuhan, menyicil tugas, belajar, pemuridan, dsb.

Terakhir, jadilah saksi Yesus dalam kemenangan studi mu. Beranilah untuk memperkatakan nama Yesus dimana pun kita berada. Sukacita kita penuh saat kita menjadi saksi Yesus. Studi adalah batu loncatan kita untuk menginjili orang lain, bukan batu sandungan. Selamat belajar 😀 (SR/GNCS)

 

Advertisements
%d bloggers like this: