Jangan Lengah!

Karena kuasailahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untukhidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita olehkuasa-Nya yang mulia dan ajaib.. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkankepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodratilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” 2 Petrus 1:3-4

Keselamatan merupakan suatu anugrahbagi orang percaya. Ketika Yesus memanggil kita dari kehidupan yang gelapmenuju kehidupan kekal, ada suatu kodrat baru di dalam hidup kita yang Diaberikan, yaitu kodrat ilahi. Menurut KBBI, kodrat adalah kekuasaan (Tuhan): manusia tidak akan mampu menentang, sifat asli; sifat bawaan. Kodrattersebut diberikan agar kita luput dari hawa nafsu dunia yang membinasakanuntuk hidup dalam kehidupan ilahi yang memerdekakan. Dalam kodrat baru, langkahselanjutnya yang Tuhan harapkan dari setiap orang-orang yang sudah percaya adalahpertumbuhan rohani. Pertumbuhan rohani merupakan suatu proses bagi orangpercaya untuk hidup seperti Dia hidup.

Apakah di dalam pertumbuhan rohanihidup kita akan nyaman-nyaman saja? Tentu tidak! Ketika kita memutuskan untukhidup di dalam Dia, iblis tidak akan diam tetapi justru semakin giat untukmenarik kita kembali kepada kehidupan dunia yang dibungkus dengan kenikmatan. Karenanya,dalam setiap level demi level  pertumbuhan rohani kita, kita akandiperhadapkan dengan peperangan rohani yang semakin besar.

“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, didalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supayakamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawanpemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghuludunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillahseluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawananpada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segalasesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran danberbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injildamai sejahtera; dalam segala keadaanpergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkansemua panah api dari si jahat, danterimalahketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doadan permohonan. Berdoalah setiap waktudi dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang takputus-putusnya untuk segala orang kudus.”  Efesus 6:10-18

Kata “perjuangan” sinonim dengan kata “pergulatan”. Dalam sebuahpertandinagan olah raga, atlet-atlet  akan mendapatkan waktu istirahat ketikabertanding kecuali atlet gulat. Seorang atlet gulat harus beradapada kondisi yang prima. Begitu naik panggung dan masuk arena pertandingan, iatidak bisa mengendurkan kesiagaannya sedetik pun, kalau tidak lawannya akanmenjepit dan membantingnya tak berdaya. Sama seperti melawan roh-roh jahat,kita juga tidak boleh lengah sedetik pun, karena kalau kita lengah maka iblisakan dengan mudah menjepit dan menarik kita secara perlahan-lahan hinggaakhirnya kita kalah. Maka dari itu, di perikop ini, kita diingatkan untukmenggunakan perisai iman dalam segalakeadaan.

Saat-saat liburan merupakan waktuyang rawan dalam menghadapi peperangan rohani. Iblis akan segera menawarkansegala kenikmatan dunia yang dibungkus begitu rupa agar kita tergoda, ntah itulewat teman-teman lama yang belum lahir baru, kebiasaan-kebiasaan buruk yangdulu sering kita lakukan ketika berlibur seperti nonton film, tidur berlebihanatau pun menghabiskan waktu dengan berbelanja yang membuat kita kompromi dengankebenaran firman dan perlahan-lahan mundur secara rohani, tidak lagi saat teduh,tidak lagi penginjilan, dsb. Padahal sebenarnya kita telah menerima ketopongkeselamatan yaitu firman Allah. Cara yang paling tepat untuk mengahbiskanwaktu-waktu liburan adalah dengan teguh melakukan kebenaran firmanNya hari demihari dan berjaga-jaga dalam doa agar tidak jatuh ke dalam pencobaan. Misimerupakan suatu kesempatan dan penjagaan Tuhan untuk kita tetap kuat dan dapatbertahan melawan tipu muslihat iblis. Lewat misi yang pertama kali saya ikuti diJanuari 2013, misi menjadi suatu habitbagi saya ketika waktu-waktu liburan  tiba. Liburan bukanlah menjadi alasan untukberlibur sejenak dari pemberitaan Injil melainkan harusnya menjadikan pemberitaan Injil  adalah suatugairah bagi orang-orang yang berada dalam kodrat ilahi dalam setiap keadaan.

“dan pergunakanlah waktu yang ada, karenahari-hari ini adalah jahat.” Efesus 5:16

Visi Sion adalah menjaditempat persemaian bagi mahasiswa untuk memberkati kampus sendiri,kampus-kampus, Indonesia dan sampai ke bangsa-bangsa. Tuhan yang telahmenetapkan visi ini atas Sion. Saya percaya Tuhan segera menggenapijanjiNya. Dia sanggup terlalu sanggup mengerjakan percepatan demi percepatan. Sayaberdoa, setiap orang mengambil bagian menjadi pemain bukan hanya seebagaipenonton dalam pengerjaan visi ini. Pergunakan waktu yang ada. Bukan lagi menjadi orang yang jatuh bangun dalam dosa, melainkan menjadi orang-orang yang terus berlari dalam panggilanNya. Dia yang telah memanggilmu, Dia sendiri yang akan memampukan. Bangsa-bangsa menantimu. So, jangan lengah! 🙂

Advertisements
%d bloggers like this: