Iman dan Ketaatan

Yosua 6:1-16s

Cerita tentang runtuhnya tembok Yerikho adalahcerita yang sudah sering kita dengar dan terasa biasa buat saya. Karena sayasudah dengar cerita ini sejak di sekolah minggu. Cerita sekolah minggu yangdulu rasanya keren dan lama-lama jadi hal yang biasa aja. Sampai suatu saatTuhan ingatkan saya pada suatu film yang pernah saya lihat yaitu “TROY”.

Mungkin ada yang pernah nonton film ini. Filmini bercerita tentang peperangan antara 2 kerajaan yaitu troya dan yunani (kalo ga salah inget). Nah, di film itudiceritakan jika bangsa troya adalah bangsa yangtemboknya tidak bisa ditembus karena begitu kuat dan tebal. Di film itudiceritakan tentang bagaimana bangsa yunani dengan pahlawannya yang gagah danbadannya gede-gede berusaha menembus tembok itu dan mereka gagal. Kekuatan paratentara tidak mampu menembus tebalnya tembok pertahanan itu.

Saat Tuhan ingatkan aku akan filmitu, aku tidak lagi menganggap meruntuhkan tembok Yerikho adalah pekerjaan yangmudah untuk dilakukan oleh bangsa Israel. Bayangkan, di film itupahlawan-pahlawan yang gagah dan jumlahnya sangaaat banyaaak tidak bisamenembus tembok itu. Bagaimana dengan bangsa israel? Mereka bukan orang yangterlatih, mereka bukan orang-orang yang gagah..Itu adalah hal yang tidakmungkin. Tapi ada hal yang membuat mereka mampu melakukan itu, yaitu Allah yangberjalan bersama bangsa ini dan ada iman dari seorang yang bernama Yosua, yangtidak pernah ragu akan apa yang Bapanya katakan. Iman ini yang melahirkan ketaatan untuk melakukanhal-hal yang luarbiasa. Walaupun mungkin jika dipikirkan secara logika,mengelilingi sebuah tembok dan berharap tembok ini runtuh adalah hal yang tidakmasuk akal dan sia-sia di mata orang yang tidak melihat iman itu. Namun hal inimenjadi sesuatu yang luarbiasa karena adanya ketaatan dan iman didalamnya.

Sama halnya dengan pemuridan yang kita kerjakan. Jika kita memuridkan tanpaiman, maka itu akan menjadi hal yang sia-sia. Karena artinya kita ragu akanperkataan Bapa yang mengatakan bahwa setiap orang yang menabur pasti menuai,orang yang mencucurkan air mata sambil menabur benih pasti menuai dengan soraksorai. Ragu pada Bapa yang memberikan pertumbuhan pada anak-anak rohani kita.Dan artinya kita mengandalkan kekuatan kita untuk memuridkan. Tidak ada gunanyamengandalkan kekuatan kita sendiri untuk mengerjakan apa yang Tuhan rencanakan.Karena satu-satunya syarat agar rencana Tuhan tergenapi adalah berjalan hanyadengan mengandalkan Tuhan.

Selain itu juga, melalui cerita ini aku diajar satu hal lagi oleh Tuhanyaitu ketaatan. Jika kita memiliki iman akan apa yang Tuhan katakan, maka akanada ketaatan yang lahir secara otomatis tanpa paksaan. Ketaatan yang akanmengerjakan hal-hal yang mungkin sia-sia bagi dunia tapi mempercepatpenggenapan janji yang Tuhan berikan untuk setiap kita. Dan bersiaplah melihatpenggenapan janji Tuhan jika kita mau taat. Ingatlah “Iman tanpa perbuatanadalah mati”.  Dalam pemuridan bentukketaatan itu seperti taat untuk melakukan kunjungan ke anak pa, taat untukmemuridkan dengan seluruh hatimu, taat untuk terus berdoa buat hidup mereka,dll. Mungkin hal ini hal yang sia-sia di mata dunia, tapi Tuhan tidak pernahmelihatnya sebagai hal yang sia-sia. Dia memperhitungkan setiap iman dan ketaatan kita.

Lakukan pemuridanmu dengan iman yang tidaktergoyahkan. Tidak tegoyahkan melihat anak rohani yang sedang tidak baik,melihat anak yang begitu sulit untuk taat atau yang lainnya. Seperti iman Yosuayang tidak pernah goyah ketika melihat besar dan tingginya tembok Yerikho. Perjuangkanlahimanmu di hadapan Tuhan dan taat pada setiap hal yang Tuhan mau kita kerjakan.Berperkaralah denganNya! Menggeranglah di kamar doa kita! Perkatakan janji itudihadapan Bapa! Karena iman lahir dari pendengaran akan firman. Dan jadilahsaksi kesetiaan Tuhan dalam hidup kita karena Dia adalah Allah yang setia danadil. Dia tidak pernah salah dan tidak pernah bermain-main dengan pemuridanmu.Jadi jika ada yang tidak beres dengan pemuridan kita, ayo kita koreksi dirikita. Apa kita sedang berjalandalam iman atau kita sedang berjalan dengan kekuatan kita? Atau sudahkan kitataat untuk mengerjakan yang Tuhan suruh atau kita sedang menunda-nunda untuktaat? 🙂

by: Mega Aprilia Yusnifa (Pastoral Sion Ministry)

Advertisements
%d bloggers like this: