KESAKSIAN PESERTA HERITAGE CAMP DEPOK–ANDREAS

Syalom semuanya..

Namaku Andreas

Tahun lalu aku ikut HC yang di Depok ( Nov 2014). Puji Tuhan, lewat dua hari satu malam tersebut, Tuhan benar-benar menunjukkan betapa besar kasih setia-Nya.
aku lahir di keluarga kristen, kedua orangtua ku berasal dari latar belakang keluarga mereka yang juga pelayan Tuhan. Jadi ketika aku berumur sekitar 3 tahun, Ayahku meninggalkan pekerjaannya di Singapura dan beralih profesi menjadi Pelayan Tuhan.

Sejak kecil, aku dibesarkan di lingkungan yang kondusif untuk seorang kristen. Aku suka membaca sejak SD. Bisa dibilang aku tipe kutu buku. Banyak sekali buku cerita Alkitab berbagai versi yang telah kubaca ketika SD. Tapi menjelang SMP, mindsetku tentang Tuhan seperti mengalami perubahan. Ini disebabkan karena kebiasaan membacaku tersebut. SD kelas enam, aku tergila gila dengan komik doraemon. Aku punya semua serinya hingga lengkap. Kelas 1 SMP, aku juga suka membaca Komik Naruto. Bukan sekedar novel, pada SMP itu aku sadar bahwa aku sangat menyukai genre fantasi. Bahkan lebih dari itu, aku sadar bahwa aku memiliki passion dalam menulis cerita.

Waktu SMP, aku mulai menulis berbagai cerita. Kebanyakan tentang fantasi. Terutama mengenai dunia sihir. Orangtuaku melarang keras kami menonton film atau membaca novel seperti itu. Tapi Aku selalu curi curi kesempatan, membaca novel Harry Potter, Eragon hingga Bartimeus Trilogi. Aku tahu bahwa sihir dibenci Tuhan. Tapi aku berasumsi, karena aku tahu novel-novel itu tidak real, berarti tidak membahayakan diriku. Tapi aku tidak sadar, roh dalam jiwaku terganggu dengan kesukaanku itu.

Sebagai seorang yang suka menulis, setiap waktu kosong, pikiranku akan otomatis berimajinasi. Dan berhubung aku suka menulis genre fantasi, imajinasi dan pikiranku akan penuh dengan hal-hal itu. Aku tidak sadar, kadang aku bingung mengapa hadirat Tuhan yang kurasakan di gereja sering hilang begitu pulang, padahal aku belum melakukan kegiatan dosa lainnya. Aku sadar belakangan bahwa ketika aku mengisi pikiranku dengan imajinasi fantasi itu, Aku mengusir Roh Tuhan dari pikiranku.

Itu berlangsung terus menerus. Bahkan ketika di klub tulis di kampus, aku sangat excited karena ada kelompok tersendiri khusus genre fantasi. Hingga aku menganggap enteng hal tersebut. Memang sepertinya aku bisa mengontrolnya, Karena ketika ibadah aku bisa menutup pikiran-pikiran tersebut. Tapi aku sadar, ketika sesi di pelepasan kemarin, pembicara berkata bahwa Iblis itu licik. Banyak hal yang kita pikir tidak mengikat kita, namun selama ini itulah yang membelenggu kita. Maka ketika di sesi pelepasan kemarin, ketika pembicara menyuruh melihat ulang formulir pelepasan, aku disadarkan Roh Kudus bahwa pikiran-pikiran yang kupelihara selama ini adalah kenajisan bagi Tuhan.

Puji Tuhan, ketika aku menangis dihadapan Tuhan, Tuhan mencabut pikiran-pikiran itu. Menit pertama ketika aku selesai berdoa, aku bersandar di kursi dan menatap sekeliling nanar. Itu pertama kalinya aku merasakan pikiranku kosong. Benar-benar kosong. Sampai Aku sempat mau berteriak dan meminta Tuhan mengembalikan apapun yang Ia ambil dariku. Bahkan ketika sesi membakar kertas pelepasan, Aku masih merasakan betapa kosongnya kepalaku.

Tapi ketika sesi Baptisan Roh Kudus, Roh Kudus menjamahku. Dari empat tahun yang lalu, Aku rindu dibaptis Roh Kudus, namun selalu tertahan di mulutku. Tapi saat kemarin, lidahku tidak lagi kelu. Dan ketika sesi pengutusan, Tuhan mengisi kepalaku dengan pikiran-Nya. Apa yang bisa kulakukan ? Tuhan memang mencabut imajinasi fantasiku, tapi tidak dengan talenta yang telah Ia berikan.

Di sesi gambar diri pun aku merasa Tuhan benar-benar menjamah diriku. Aku tipe orang yang memiliki tingkat sarkasme yang kuat. Teman-temanku sendiri sering berkata bahwa perkataanku saat mengejek orang sangatlah menusuk. Belum lagi sku terbiasa mengucapkan perkataan kotor seperti yang dilakukan orang barat. Bahkan ketika kelas 2 sma, akulah yang duluan memulai perkataan seperti itu, karena aku menonton serial barat yang sangat merusak pikiranku. Gak jarang orang bilang, “anak pendeta, tapi omongannya bejat”. Aku yang sejak kelas 5 SD hingga SMP kelas 3 awal sering di bully, membuat gambar diriku rusak dan membuatku merasa bahwa aku haruslah menjadi orang yang banyak tahu dan banyak bicara agar tak lagi diremehkan.

Namun ketika sesi gambar diri aku diingatkan bahwa, hidupku bukan soal “apa kata orang”, tapi tentang “apa kata Tuhan”. Dan ketika aku melihat satu fakta dalam hidupku selama itu : Aku mungkin menyenangkan orang lain dengan perkataanku yang dianggap lucu, mungkin aku membuat mereka tertawa, namun disaat yang sama, aku membuat Roh Kudus menangis dan berduka.

Dan ya, ketika aku datang dan bilang, “Tuhan ini aku, pulihkan aku.” Ia bekerja begitu dahsyat, mencabut akar pahit ketika aku pernah dibully. Bukan sekedar itu saja, bahkan setelah HC pun, Ia memproses aku lebih dahsyat lagi. Jauh dari pikiranku selama ini. Keterikatan dengan Film yang tidak pantas ditonton, lagu lagu, bacaan yang merusak Roh, semuanya Tuhan putuskan dan lepaskan dari diriku satu demi satu dengan dahsyat-Nya. Prosesnya memang sakit, tapi dia setiap akhir selalu membuat kita merasa takjub dan kagum. Bahkan ketika aku harus menghapus draft novel  dan cerpen yang telah aku ketik dan kerjakan mati-matian sejak SMP. Aku tak akan bisa mengetik semua ini, menyaksikan betapa dahsyat yang Ia kerjakan dalam hidupku, jika tanpa Kasih Karunia yang daripada-Nya.

Jadi, jika Tuhan rindu menjamah hidupmu, memulihkan hati dan hidupmu saat ini, “janganlah keraskan hatimu.”

🙂

Kamu bisa mendaftarkan dirimu dengan menghubungi

BETTY 085795593030

Yuk buruan 🙂 Waktunya tinggal dua hari lagi lho!^^

Advertisements
%d bloggers like this: